Monday, February 5, 2018

Ke Pasar Malam, Kenapa Tidak ?

Beberapa hari ini di daerah dekat rumah terdapat hiburan yang murah meriah untuk masyarakat sekitar, yaitu adanya pasar malam. Dan, gue ke sana pada malam hari, karna sesuai dengan sebutannya, pasar malam. Kalo pagi, jadinya disebut pasar pagi.


Sampai dipasar malam, gue melewati lapangan yang basah karna hujan. Gue curiga, ini hujan karna doa jomblo yang terkabul atau memang si hujan memang ingin menghujani jakarta. Ya, curiga boleh saja, tetapi jangan terlalu curiga, yang boleh hanya polisi dsb karna memang salah satu tugasnya mencurigai.

Dengan membawa uang sekitar Rp.50.000,- gue bisa menikmati hampir semua wahana yang ada dipasar malam tersebut. Kapan lagi ya kan, murah meriah hati pun senang. Mencari hiburan sebenarnya engga usah mahal, yang murah juga bisa, semua ini hanya masalah gengsi saja.

Tapi ya harus memaklumi, banyaknya orang-orang terutama anak kecil menjadikan lingkungan disekitar menciptakan bau yang kurang enak untuk bernafas. Tapi, kalau tidak bernafas nanti bisa mati. Kalo gue mati, siapa yang nyakitin ? Siapa ?!!!

Antrian setiap wahana cukup memakan waktu, kalau memakan teman tidak baik. Ya seharusnya sambil nunggu antrian gue bisa main games dulu. Setelah gue main games, ternyata masih ngantri. Bukan ngantri sembako tapi.

Yaaa, gue sih seneng dengan adanya pasar malam ini. Satu kata yang bisa gue ungkapkan buat pasar malam. SERUUU !

Pasar malam sendiri di Jakarta menurut gue udah berkurang populasinya. Yang banyak populasi udara karna kemacetan dan populasi perusak hubungan orang. Udah umum sih yang terakhir.

Kayaknya segini dulu deh, gue ngetik ini malam hari soalnya. Jadi, gue tidur dulu deh. Lanjut lagi nanti kalau ada yang baru. Artikel baru, bukan pacar baru. Hahaha.