Friday, March 11, 2016

Sejarah Fasisme

Istilah fasisme muncul pertama kali pada masa perang dunia pertama, yaitu pada tahun 1919 saat berdirinya gerakan fasis italia dan kemudian paham kediktatoran fasisme dirubah lebih moderat. Sementara itu, gagasan fasisme lebih sempit dan radikal diterapkan oleh Adolf Hitler dengan menggunakan paham nasionalis-sosialis atau dikenal dengan Nazissme. Nazisme menganut ideologi campuran yang berasal dari fanatisme ras dan pragtisme (Roger Eatwell, 2004:248).


Secara umum yang dianggap dan mewakili fasisme adalah fasisme di italia pada jaman Mussolini dan Nazisme jerman, dimana ideologi ini disebutkan sebagai penyebab utama terjadinya perang dunia kedua pada tahun 1939-1945. Fasisme sendiri digunakan untuk mengacu pada fasisme di italia, sedangkan Nazisme digunakan untuk menyebut paham fasisme di jerman pada masa Adolf Hitler.

Pada perkembangan kekuasaan sebuh rezim dibelahan dunia dianggap sebagai fasisme juga seperti pemerintahan di jepang pada perang dunia kedua, kediktatoran spanyol pada masa Jenderal Franco (1939-1975), Pemerintahan Peron i Argentina (1943-1955), Pemerintahan Jenderal Augusto Pinochet di Chile (1973-1988) dan yang paling mutakhir adalah rezim milik Sadam Husein di irak yang akhirnya pemerintahan ini ditumbangkan oleh Amerika Serikat.

Meski fasisme dianggap sebagai gaya politik namun sebenarnya juga sebuah ideiologi. Fasisme dan Nazisme pada umumnya mempunyai 7 gagasan yang dasar, teridiri dari :


1. Irrasionalisme :

Fasisme menolak penerapan dan teori ilmu pengetahuan dalam mengatasi masalah-masalah sosial dan cenderung pada penggunaan mitos.

2. Darwinisme :

Sebutan secara umum yang diberikan kepada teori-teori sosial yang memandang kehidupan sebagai perjuangan hidup lebih lama dalam spesies atau antar spesies.

3. Nasinalisme :

Mengandung arti yang berbeda dalam arti tertentu. Bangsa merupaka unit penting terhadap siapa kaum fasis berhubungan sedangkan nazisme, ras merupakan masalah utama sedangkan masalah bangsa sebagai hal kedua.

4. Negara :

Sarana atau wadah yang digunakan untuk mempersatukan bangsa dan kebangsaan serta ras. Bangsa atua penduduk sebagai "Organisasi Hidup" untuk menggantikan negara. Konsep ini menekankan kelangsungan hidup seluruh masyarakat dari generasi ke generasi.

5. Kepempinan :

Negara adalah mekanisme untuk menjalankan kepercayaan-kepercayaan fasis dan proses diatas prinsip kepimpinan. Dalam prinsip ini menyatakan, bahwa secara mutlak tunduk pada atasan, hierarki kepimpinan bersifat tunggal dan mutlak.

6. Rasisme :

Bagian yang penting sosialisme-nasionalisme atau nazisme adalah masalah rasisme. Perang dunia kedua di erpoa yang dimulai dari ketokohan hitler di jerman mengumumkan keunggulan ras jerman sebagai faktor keunggulan dibanding ras manapun didunia.

7. Antikomunis :

Salah satu aspek ideologi fasisme yang diterima dan didukung masyarakat disuatu negara adalah sikapnya yang antikomunis. Fasisme tumbuh dan hidup dengan sikap tegas terhadap komunis. Namun sikap fasisme tidak hanya anti-komunisme tapi juga anti-rasional, anti-inteltual, dan anti-modern.



Kesimpulan :
Faktanya, sekarang ini status fasisme diseluruh dunia mengalami pasang surut. Gerakan yang dipelopori Mussolini dan Hitler sehabis perang dunia satu sulit untuk berkembang. Namun gerakan ini hanya dapat tumbuh jika kondisi dan situasi yang mendukung seperti ketidaktentraman, ketidakpuasan, dan tuntutan terhadap tata tertib atau tatanan sosial yang ada. Sampai sekarang di dunia terdapat sistem atau bentuk pemerintahan yang mendapat inspirasi dari metode fasisme 

6 komentar