Sunday, March 6, 2016

Ilmuwan Mencoba Kloning Singa Zaman Es

Saat ini para ilmuwan sedang mencoba untuk melakukan kloning pada anak singa zaman es yang sudah punah. Para ilmuwan sudah menemukan DNA yang tersisa pada mayat anak singa yang hidup pada zaman es dan bisa dilakukan kloning.



Para peneliti sedang berjuang dan berharap untuk menemukan jaringan hidup yang mengandung DNA didalam sisa-sisa tubuh anak singa zaman es yang sudah mati. Kabarnya DNA ini bisa memungkinkan untuk menciptakan singa zaman es ini hidup lagi dijaman sekarang. Hiii...untung singa ini hidupnya di es doang ya jadi gak mungkin bisa hidup di Indonesia apalagi Jakarta hahaha.

Proyek ini adalah proyek gabungan kerja sama yang dilakukan para ilmuwan dari Korea Selatan dan Rusia. Semyon Grigoriev, yang terlibat dalam proyek kloning anak singa zaman es juga bekerja pada proyek yang melakukan kloning mammoth dengan menggunakan proses dan teknik yang sama.


Anak singa yang dikabarkan berusia 12.000 tahun ditemukan mati membeku di es tahun lalu dan terpelihara dengan baik sampai kumisnya pun masih mengembang. Pasangan predator prasejarah yang bernama, Uyan dan Dina adalah contoh yang paling murni dari spesies kucing besar kuno yang pernah ditemukan sebelumnya.


Ilmuwan menemukan kucing ini didaerah terpencil siberia, hal ini merupakan penampilan publik yang pertama sejak era Pleistosen.