Tuesday, February 23, 2016

Anggota Yakuza Jadi Pemuka Agama

Hujan lebat terjadi didaerah Kawaguci, kota dengan penduduk setengah juta jiwa diluar kota Tokyo, Jepang. Hari minggu orang-orang berdatangan untuk berteduh dari lebatnya hujan yang mengguyur kota, satu persatu masuk ke sebuah bar yang mencolok disudut jalan.

Nama bar tersebut adalah June Bride kabarnya bar tersebut sudah ada sejak 25 tahun yang lalu, dan bar tersebut adalah tempat minum yang terkenal dimasanya. Namun tampilan dalam bar sudah dimodifikasi total, meja bar dan panggung sudah hilang dan diganti dengan mimbar dan sebuah salib besar yang terpajang.

Banyak wajah lama dari pelanggan setia bar June Bride ikut berteduh dibar tersebut, bukan untuk minum alkohol melainkan untuk beribadah. Orang terakhir yang masuk adalah seorang laki-laki yang di juliki guru, dia adalah Sensei Tatsuya Shindo. Dia berjalan menuju mimbar lalu mengangkat lengannya dan langsung berkhotbah dengan penuh semangat.




Mantan Anggota Gangster


Tatsuya Shindo yang akrab dipanggil Shindo ternyata berumur 44 tahun namun wajahnya masih terlihat sangat muda. Shindo mempunyai rambut yang panjang dan selalu senyum lebar yang menghiasi raut wajahnya.

Ia pernah berkhotbah tentang masa lalunya yang kelam bersama geng Yakuza pada para jemaatnya. 

"Sebelumnya kita adalah musuh yang saling menembaki satu sama lain, namun sekarang kami beribadah bersama dan menyembah tuhan yang sama". Dikutip dari CNN.

Pendeta Shindo sama seperti jemaat yang lain adalah mantan anggota gangster Yakuza. Kebanyakan dari mereka bercerita saat bergabung dengan anggota yakuza pada saat masih remaja.

Shindo lalu bercerita waktu ia berumur 17 tahun bergabung dengan anggota yakuza "Aku masih kecil belum mempunyai pikiran yang panjang, aku mengagumi yakuza karna mereka mempunyai uang yang banyak dan hidup yang selalu berfoya-foya, penjahat seperti itu sangat keren dimataku".

Kebanyakan anggota yakuza terlahir dari latar keluarga yang berantakan. Yakuza sendiri menanamkan rasa persaudaraan dan loyalitas pada anggotanya. 

Dulu waktu masih anggota yakuza, Shindo pernah kecanduan narkoba sabu. Suatu hari ia mengemudi mobil dengan keadaan sedang memakai sabu hingga teler, tidak lama kemudian dia menabrak mobil bos nya. Dengan ritual penebusan dosa versi yakuza, akhirnya kelingking shindo dipotong karna sudah menabrak mobil bosnya.

Shindo sendiri sudah akrab dengan jeruji besi, terakhir kali ia divonis oleh pengadilan dengan kurungan penjara selama 10 tahun.

Usai menjalankan hukuman 8 tahun, menghabiskan hidup dengan banyak membaca dari balik jeruji besi akhirnya shindo mengaku telah menemukan tuhan. Setelah bebas dari penjara saat berumur 32 tahun, Shindo akhirnya memperdalam ilmu agama dan sekarang ia menjadi pendeta. 


Sssttt...katanya yakuza membuka pendaftaraan anggota baru secara online loh, berminat jadi anggota yakuza seperti shindo dimasa lalunya yang kelam ?